ags_sam@yahoo.com 08155116293
Penggunaan Video Web Series untuk Materi Content Marketing
March 13, 2018
0

Dalam dua tahun terakhir, cukup banyak brand di Indonesia yang telah mencoba melakukan content marketing yang melibatkan materi berbentuk video. Bukan hanya meluncurkan satu video, melainkan serangkaian video yang saling berhubungan atau akrab dikenal dengan istilah web series.

Tren web series sendiri di Indonesia bisa dikatakan populer sejak blogger dan komedian Raditya Dika merilis serial “Malam Minggu Miko” di YouTube. Serial yang awalnya hanya coba-coba ini ternyata sukses meraup jutaan penonton di tiap episodenya. Dengan durasi sekitar 10 menit, tiap episode bercerita tentang kisah cinta Miko dengan teman-teman perempuannya yang kerap berakhir tragis. Melihat kesuksesan serial ini, Kompas TV kemudian menayangkannya di layar kaca sebagai program mingguan. Bahkan, pada tahun 2014 lalu, serial ini diangkat menjadi film layar lebar.

Inilah beberapa web series populer di Indonesia yang merupakan bagian dari strategi content marketing sejumlah brand.

1. Ada Apa Dengan Cinta (AADC)

LINE, perusahaan media asal Korea Selatan yang dikenal berkat aplikasi messenger-nya, pada November 2014 silam meluncurkan feature LINE Alumni. Feature ini memungkinkan pengguna LINE untuk bertemu lagi dengan sesama pengguna yang satu angkatan di sekolah/kampus mereka dahulu.

Berangkat dari konsep ini, LINE ingin kembali mengangkat film berlatar SMA yang pernah menjadi box office perfilman nasional beberapa tahun lalu, “Ada Apa dengan Cinta?” atau “AAdC?”. Tidak dalam bentuk layar lebar, tapi mini drama di YouTube yang dijadikan sebagai kelanjutan kisah “AAdC?”. Tapi, video ini memang bukan web series karena hanya terdiri dari satu episode.

Mini drama “AAdC?” menceritakan kisah pertemuan kembali antara Cinta dan Rangga, sepasang kekasih yang 12 tahun tidak bertemu. Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra digandeng untuk memerankan lagi dua karakter itu. Begitu pula empat aktris lainnya yang menjadi sahabat karib Cinta.

Hasilnya fantastis. Dalam 24 jam sejak video itu diunggah, lebih dari satu juta view sudah diraih. Total sampai artikel ini ditulis, video mini drama “AAdC?” sudah ditonton lebih dari 5,5 juta kali. Kehebohan menular ke Twitter dengan kata kunci “AADC” dan “Ada Apa dengan Cinta” sempat bertahan beberapa hari di trending topic. Tidak hanya itu, penjualan album digital Original Soundtrack (OST) “AAdC?” pun melonjak hingga memuncaki Top Albums di iTunes.

“Hasil ini jauh melebihi ekspektasi kami. Kami sangat bersyukur dan bersemangat bahwa usaha kami untuk memperkenalkan feature LINE Alumni begitu mendapat sambutan hangat dari para pengguna LINE di Indonesia,” tukas Galuh Chandrakirana (Team Leader of Marketing, LINE Indonesia).

“Kami berharap LINE akan dapat terus memberikan cara-cara yang inovatif dan kreatif dalam meningkatkan pengalaman berkomunikasi para pengguna kami di Indonesia dan tentunya dapat terus menjadi brand yang dicintai masyarakat Indonesia,” lanjut Galuh.

2. Nick and Mar

Ucapan Galuh Chandrakirana dalam menanggapi kesuksesan mini drama “AAdC?” dibuktikan dengan langkah LINE menggarap mobile drama series pertama di Indonesia berjudul “Nic and Mar” yang diperankan oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata.

Serial “Nic and Mar” terdiri dari tujuh episode yang mulai ditayangkan pada Jumat (13 Maret 2015). Episode terbaru dirilis setiap hari Kamis dan Jumat. Tiap episode memiliki durasi 6 – 7 menit supaya tetap nyaman ditonton melalui layar smartphone atau tablet. Untuk mengikuti update-nya, pengguna LINE dapat mengikuti official account LINE Story.

Jalan cerita serial “Nic and Mar” berkisah mengenai pertemuan kembali sepasang mantan kekasih bernama Nic dan Mar serta hal-hal tak terduga yang mengiringi perjumpaan itu. Setting cerita mengambil lokasi di Paris (Perancis) dan Praha (Republik Ceko).

“Alasan kami membuat mobile drama ini karena melihat tren orang Indonesia yang makin terbiasa menonton video di perangkat mobile, menyukai cerita traveling, dan sudah akrab dengan content marketing,” ujar Galuh.

Hasilnya, episode pertama “Nic and Mar” sampai saat ini berhasil memperoleh lebih dari 1,1 view, sedangkan episode kedua sampai ketujuh rata-rata ditonton lebih dari 600 ribu kali. “Sembilan hari setelah peluncuran, kami menyaksikan peningkatan 14% dari pengguna harian baru LINE. Kami juga melihat lebih dari 8.000 kicauan di Twitter mengenai ‘Nic and Mar’. Akun LINE Story pun telah mencapai 1 juta subscriber,” ungkap Galuh.

Galuh menampik asumsi yang muncul bahwa serial “Nic and Mar” merupakan bagian dari kampanye pemasaran tertentu. Menurutnya, LINE hanya ingin memberikan hiburan gratis bagi para penggunanya, sekaligus membuat mereka dapat menikmati LINE sebagai sarana berkomunikasi secara natural.

Namun, di Thailand, LINE telah menyediakan aplikasi bernama LINE TV yang digunakan untuk menonton serial drama, hiburan, dan video musik secara mobile. Bukan tidak mungkin serial “Nic and Mar” adalah bentuk siaran percobaan sebelum LINE TV juga diperkenalkan di Indonesia.

3. Jalan-Jalan Men

Beragam content bertema traveling memang sedang digemari masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Dari buku, blog, sampai Instagram. Tim Malesbanget.com, sebuah situs media alternatif lokal, mencoba mengambil format lain dalam wujud web series. Diberi judul “Jalan-Jalan Men”, serial ini mampu menarik ratusan ribu view di tiap episodenya.

“Jalan-Jalan Men” adalah acara petualangan yang dipandu dua host, Jebraw dan Naya, dalam menjelajahi objek-objek wisata di Indonesia. Sejak tahun 2012, kedua host ini sudah mengunjungi Yogyakarta, Medan, Aceh, sampai Makassar. Lokasi-lokasi unik seperti Pulau Komodo, Pulau Weh, Labuan Bajo, Wae Rebo, dan Derawan pun pernah mereka singgahi.

Salah satu daya tarik program ini yaitu pembawaan Jebraw yang terbilang nyentrik, tapi dengan mudahnya bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, diceritakan ada hubungan asmara antara Jebraw dan Naya untuk memberi bumbu romansa. Pengambilan gambar dalam program ini juga tidak main-main, bahkan terkadang menggunakan bantuan drone camera dan efek timelapse.

Dalam mewujudkan “Jalan-Jalan Men”, tim Malesbanget.com bekerjasama dengan Valadoo, situs penyedia paket berwisata lokal. Setelah sukses di Season 1, program ini kemudian disponsori oleh Telkomsel mulai Season 2. “Jalan-Jalan Men” pun pernah ditayangkan di GlobalTV sebagai acara rutin.

4. 2nd Chance

Dalam rangka peluncuran jaringan 4G LTE secara komersial pada akhir 2014 lalu, XL Axiata menyelenggarakan kampanye “#4Goodness” (For Goodness). Kampanye ini dilaksanakan serentak melalui media konvensional maupun digital.

Salah satu bentuk kampanye digital #4Goodness dengan memutar web series bertajuk “2nd Chance” di YouTube. Serial komedi ini antara lain dibintangi oleh tiga stand-up comedian, yaitu Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, dan Arie Kriting. Tema besar cerita ini adalah suka duka direktur dan para pegawai sebuah kafe. Kampanye #4Goodness diselipkan sesekali dengan mengulas manfaat teknologi internet 4G untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Serial “2nd Chance” sejauh ini terdiri dari sepuluh episode dengan rata-rata penonton di atas 10 ribu. Sebelumnya, XL juga pernah membuat web series lainnya dengan tema gadgettraveling, serta Ramadhan dan Lebaran.